Apa perbedaan trafo tipe kering dan trafo terendam oli?

Oct 10, 2024

Tinggalkan pesan

Pertama-tama, mari kita bedakan dalam lima cara berikut ini:

1/Trafo tipe kering dan trafo tipe basah dibagi menjadi beberapa fase:

1) Trafo satu fasa: digunakan untuk beban satu fasa dan set trafo tiga fasa.

2) Trafo tiga fasa: digunakan untuk menaikkan dan menurunkan tegangan sistem tiga fasa.

 

2/Trafo tipe kering dan trafo tipe basah dibagi menurut metode pendinginannya:

1) Trafo tipe kering: mengandalkan konveksi udara untuk pendinginan, umumnya digunakan untuk penerangan lokal, sirkuit elektronik, dan trafo berkapasitas kecil lainnya.

2) Trafo terendam oli: mengandalkan oli sebagai media pendingin, seperti pendinginan otomatis terendam oli, pendingin udara terendam oli, pendingin air terendam oli, sirkulasi oli paksa, dll.

 

3/ Trafo tipe kering dan trafo tipe basah dibagi menurut kegunaannya:

1) Transformator daya: digunakan untuk menaikkan dan menurunkan tegangan sistem transmisi dan distribusi.

2) Trafo instrumen: seperti trafo tegangan, trafo arus, alat ukur dan alat proteksi relai.

3) Trafo uji: Dapat menghasilkan tegangan tinggi dan melakukan trafo uji tegangan tinggi pada peralatan listrik.

4) Trafo khusus: seperti trafo tungku listrik, trafo penyearah, trafo penyesuaian, dll.

 

4/Trafo tipe kering dan trafo basah dibagi menjadi bentuk belitan:

1) Transformator belitan ganda: digunakan untuk menghubungkan dua level tegangan dalam sistem tenaga.

2) Trafo tiga belitan: umumnya digunakan di gardu induk regional sistem tenaga, menghubungkan tiga level tegangan.

3) Autotransformator: digunakan untuk menghubungkan sistem tenaga listrik dengan tegangan yang berbeda. Ini juga dapat digunakan sebagai trafo step-up atau step-down biasa.